PEMALU

Jumat, 04 Juni 2010

Ada kalanya aku ingin berkata,"Kasih, aku sangat mencintai kamu".
Ada saatnya aku juga mau berucap,"Sesungguhnya, aku selalu memikirkan dirimu setiap saat".

Seandainya saja aku diberi setitik keberanian untuk mengatakan itu semua, maka aku akan ucapkan dengan lantang dihadapan mu.
Atau mungkin saja aku akan berbuat nekad, melakukan itu dihadapan semua orang yang sedang bergerumun, dipasar, dibioskop, dijalan, diwater boom yang sedang ramai dengan pengunjung atau bahkan didepan seluruh orang-orang yang dekat denganmu...bila perlu aku akan berteriak didepan rumah mantan kekasihmu yang dulu pernah menyakiti kamu.

Tapi kenyataannya, aku adalah seorang pemalu...
Nyaliku hanya mampu mengatakan ini semua lewat tulisan-tulisan ku...
Yang mungkin dapat kamu tahu.....

Read More..

JAMUAN CINTA DI MALAM SUNNAH

Angin malam berlarian menyelinap diantara celah-celah mungil ventilasi udara..betapa nakal mereka menggelitik tubuhku..terasa bagai butiran-butiran es batu yang dimasukan dalam rongga kaos oblongku..dingin menggelikan namun mengasyikan..

Sehelai kain sprey menyelimuti spring bed ukuran dua kali dua meter persegi..begitu putihnya sehingga seolah membuat tempat tidur ini luas sekali..dua buah bantal dan dua buah guling yang terlihat gempal tersusun rapi..diatasnya berjuntai setangkai mawar merah nan indah serta secarik kertas jingga yang bertuliskan.."...assalamualaikum...love with much..!.."..sehingga saat membacanya dada ini berdetak namun detakannya terasa merdu terasa..

Tiba-tiba dalam keheningan ketika aku berada didalam kamar itu..terdengar suara lantunan lagu.."..bila tiba saat untuk menerima..apa yang harus kita lakukan..jalani hidup dengan penuh cinta..penuh cinta.."..lagu yang baru saja ku download dari seorang pendatang baru duz..nampaknya suara BB ku berbunyi..ku lihat sebuah pesan singkat.."Sayang..aku mau kamu.."..

Seklebat masuklah seorang bidadari jelita berjalan tepat dihadapanku..sang bidadari itu langsung membaringkan tubuh indahnya yang mengenakan gaun sutra halus..aroma syurga memenuhi seisi ruang..

Sejenak aku dan dia saling bertatapan dengan penuh makna..entah apa yang sekaranga ada dibenakku..seolah-olah kosong seketika saat menatapnya..seakan motorik ini baru saja terinstal ulang dari data-data tentang dia, dirinya bahkan kamu..aku hanya terfokus pada seorang bidadari yang saat ini sedang bersamaku..

Saat saling menatap..sesekali dia membelai wajahku dengan penuh kasih..menyentuh dadaku dan sedikit meremasnya dengan penuh kemanjaan..sebaliknya keadaan sangat berbeda dengan aku..mungkin karena aku seorang laki-laki yang memiliki libido yang lebih besar ketimbang dirinya..Aku tak kuasa menahan adrenalin yang tak henti mendesakku..

Namun tanpa diduga..seperti diantara kami memang telah ada ikatan tautan hati..aku berbisik pada nya..kudekatkan bibirku ke telinganya yang halus selembut ice cone.."cinta...sebelum kenikmatan ini akan kita akan lalui...sebaiknya kita berdo'a dulu agar Alloh selalu memberikan rasa kasih sayangnya untuk kita berdua..."...dan aku melihat bidadariku tersenyum mempesona..membuat malam ini indah bagai dekat dari pintu syurga...inilah makna dari sebuah...."Jamuan Cinta di Malam Sunnah"...Selamat berbahagia bagi semua keluarga Shaqinah...(duz)

Read More..

Bedanya Bos & Karyawan

Minggu, 21 Maret 2010


Hasil Meeting hari ini melegitimate anekdot berikut ini:…

Bila boss tetap pada pendapatnya,
itu berarti beliau konsisten.
Bila staff tetap pada pendapatnya,
itu berarti dia keras kepala !


Bila boss berubah-ubah pendapat,
itu berarti beliau flexible.
Bila staff berubah-ubah pendapat,
itu berarti dia plin-plan !

Bila boss bekerja lambat,
itu berarti beliau teliti.
Bila staff bekerja lambat
itu berarti dia tidak 'perform' !

Bila boss bekerja cepat,
itu berarti beliau 'smart'.
Bila staff bekerja cepat,
itu berarti dia terburu-buru !

Bila boss lambat memutuskan,
itu berarti beliau hati-hati.
Bila staff lambat memutuskan,
itu berarti dia 'telmi' !

Bila boss mengambil keputusan cepat,
itu berarti beliau berani mengambil keputusan.
Bila staff mengambil keputusan cepat,
itu berarti dia gegabah !

Bila boss terlalu berani ambil resiko,
itu berarti beliau risk-taking.
Bila staff terlalu berani ambil resiko,
itu berarti dia sembrono !

Bila boss tidak berani ambil resiko,
itu berarti beliau 'prudent'.
Bila staff tidak berani ambil resiko,
itu berarti dia tidak berjiwa bisnis !

Bila boss mem-by-pass prosedur,
itu berarti beliau proaktif-inovatif.
Bila staff mem-by-pass prosedur,
itu berarti dia melanggar aturan !

Bila boss curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti beliau waspada.
Bila staff curiga terhadap mitra bisnis,
itu berarti dia negative thinking !

Bila boss menyatakan : " Sulit "
itu berarti beliau prediktif-antisipat if.
Bila staff menyatakan : " Sulit "
itu berarti dia pesimistik !

Bila boss menyatakan : " Mudah "
itu berarti beliau optimis.
Bila staff menyatakan : " Mudah "
itu berarti dia meremehkan masalah !

Bila boss sering keluar kantor,
itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staff sering keluar kantor,
itu berarti dia sering kelayapan !

Bila boss sering entertainment,
itu berarti beliau rajin me-lobby customer.
Bila staff sering entertainment,
itu berarti dia menghamburkan anggaran !

Bila boss tidak pernah entertainment,
itu berarti beliau berhemat.
Bila staff tidak pernah entertainment,
itu berarti dia tidak bisa me-lobby customer !

Bila boss men-service atasan,
itu berarti beliau me-lobby.
Bila staff men-service atasan,
itu berarti dia menjilat !

Bila boss sering tidak masuk,
itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras.
Bila staff sering tidak masuk,
itu berarti dia pemalas !

Bila boss minta fasilitas mewah,
itu berarti beliau menjaga citra perusahaan.
Bila staff minta fasilitas standar,
itu berarti dia banyak menuntut !

Bila boss membuat tulisan seperti ini,
itu berarti beliau humoris.
Bila staff membuat tulisan seperti ini,
itu berarti dia :
- frustasi
- iri terhadap karir orang lain
- negative thinking
- provokasi
- tidak tahan banting
- barisan sakit hati
- berpolitik di kantor
- tidak produktif
- tidak sesuai dengan budaya perusahaan



www.Dharmaeka.blogspot.com

Read More..

Poster film Indonesia, ga kreatif....



www.Dharmaeka.blogspot.com

Read More..

Cerita Lucu

Disebuah perempatan jln raya, lampu merahpun menyala tanda semua kendaraan bermotor harus berhenti. Dasar tukang becak biasalah..nylonong aje. nah bersamaan ama tukang becak, ada sepasang suami istri sedang mengendarai motor baru. sepasang suami istri ini bibirnya sumbing semua,na'udzubillah ye... kcian bgt. nah.. karena baru bisa ngendarai mtor jd kurang tahu tuh ame yang namanye rambu2. ngikut aje ma tukang becak yang nekat.

tak ayal sempritanpun berbunyi, ehh maaf peluit coy. Munculah disana sorang POLWAN yang cantik menghampiri Bpk2 yang sumbing td. "Selamat siang bapak!!"POLWAN menyapa dgn suara lembut bgt, wiiih...mantep coy. Bpk2 itu langsung copot helm n tersenyum. Polwan itu langsung menginterogasi, "Bapak namanya siapa??". Bapak2 itu menjawab dengan begitu jelasnya "Memek lu nikmat", sambil menyodorkan kartu SIMnya. mendengar spt itu, Polwan cantik itu tersentak n memperlihatkan warna muka merahnya, alias marah. Namun sambil melihat kartu SIM bpk2 td akhirnya muka merah yang diperlihatkan mulai memutih kembali menampakkan kecantikannya sambil tersenyum manis. OOoo. nama bapak "MEMET RUKHIMAT". ( he..he..he.... ya iyalah bibirnye aje sumbing mana mungkin bs ngomong jelas ye?) maaf ye cm sekedar humor aje. Moga kita,istri kita,keturunan kita,saudara2 kita, tmn2 kita n semuanya diberi kesehatan. Amiin..

Read More..

ADA DOKTOR, ADA LULUSAN STM

Bill Cosby yang terkenal bermain sebagai tokoh Huxtable dalam serial televisi terkenal “The Cosby Show” senyatanya adalah seorang doktor kependidikan. Steve Martin, yang terakhir bermain dalam film komedi “Cheaper By Dozen”, adalah doktor ilmu filsafat. Komedian muslim Azhar Usman yang oleh koran prestisius The New York Times disebut memiliki humor yang “membunuh”, dan kini terkenal di Amerika Serikat, adalah lulusan master hukum di AS.

Komedian wanita muslim asal Pakistan yang terkenal di Inggris, Shazia Mirza, belajar biokimia di Universitas Manchester. Bruce Vilanch yang tiap tahun mengkreasi lelucon dahsyat untuk pembawa acara penganugerahan Oscar seperti Steve Martin, Billy Crystal, Whoppie Goldberg sampai Chris Rock, semula wartawan hiburan.

Gene Perett, kepala penulis lawakan Bob Hope dan pemenang 3 kali Emmy Award, adalah ahli gambar teknik yang berkarier di perusahaan General Electrics. Almarhum Wahyu Sardono, lulusan FISIP Universitas Indonesia. Miing Bagito dan Doyok, hanya lulusan STM.

Bukti di atas itu sekadar menunjukkan betapa dunia komedi adalah dunia ekspresi kreatif yang terbuka untuk semua insan, tanpa memandang asal-usul pendidikan mereka. Pelbagai latar belakang tersebut justru membuat khasanah dunia komedi menjadi sangat kaya warna dengan keanekaragaman topik sampai gaya.

Merujuk realitas tersebut, maka ide lembaga pendidikan pelawak adalah hal yang redundant, berlebihan. Di luar negeri di mana dunia komedi sudah jadi industri, ajang asah talenta di bidang penulisan humor dilaksanakan dalam mata kuliah penulisan kreatif yang dapat diikuti mahasiswa dari segala jurusan. Atau bagi yang serius dapat mengikuti pelbagai pelatihan jangka pendek, misalnya stand-up dan comedy writing, yang di AS jumlahnya banyak sekali.

Judy Carter yang memiliki Judy Carter’s Comedy Wokshops Productions di California (AS), malah berani menjamin bahwa dengan belajar sendiri selama 26 hari, seseorang sudah siap tampil sebagai stand-up comedian yang andal.

Selama 26 hari itu pelajaran yang harus dilakoni adalah : Hari (1) – Get a Gig : Menentukan Lokasi Pentas Melawak (12 kali sepanjang 26 hari), (2) Belajar Struktur Lelucon- Set Up, (3) Belajar Struktur Lelucon – Punchline, (4) Belajar Dengan Menonton, (5) Hidup Anda Adalah Lelucon, (6) Menulis Premis Autentik, (7) Menulis Topik Autentik, (8) Menserasikan Topik, (9,10 dan 11) Mengolah Lelucon Bersama Mitra Komedi, (12) Mengorganisasikan Set List (Daftar Lelucon), (13) Mempertajam Materi Lawakan, (14) Persiapan Pentas, (15) Gladi Resik, (16) Pementasan, (17) Merayakan Kesuksesan, (18) Menganalisis Pementasan, (19) Pengayaan Materi Lelucon Dengan Peristiwa Aktual, (20) Mempertajam Premis, (21) Mengeksploitasi Topik Yang Hit, (22) Mempertajam Materi Lawakan-Bagian II, (23) Membuang Lawakan Yang Tak Perlu, (24) Persiapan Pementasan Kedua, (25) Pementasan, dan (26) Seheboh Apa Pementasanku Malam Tadi ?

Di antara materi kursus Judy Carter, menurut pendapat saya, maka “mata pelajaran” yang paling sulit bagi calon komedian Indonesia adalah pada bagian menulis. Karena setiap komedian itu haruslah menulis. Merujuk tuntutan tersebut maka almarhum Wahyu Sardono (Dono Warkop DKI) adalah pribadi langka. Ia pelawak dan pernah menjadi akademisi di universitas ternama. Dono juga seorang penulis, baik artikel, buku kumpulan lelucon mau pun novel. Komedian Bill Cosby dan Steve Martin adalah seorang doktor yang juga penulis. Billy Crystal, Chris Rock, George Carlin sampai Joan Rivers, adalah contoh lain para komedian yang juga penulis.

Dono jadi fenomena langka di Indonesia. Para pelawak segenerasinya atau pun penerusnya, seperti Bagito, Patrio sampai Cagur, tidak menonjol sebagai penulis. Melainkan hanya sebagai pembanyol.

Prof. Sudjoko dari ITB pernah berujar bahwa semua yang kita kenal sebagai pelawak, badut, bodor, klontangan, ludruk dan sebagainya adalah pelakon, orang panggung, orang tontonan. Bukan penulis, bukan sastrawan. Dalang juga bukan penulis. Semua tidak mampu menulis. Sungguh pun begitu, bagi masyarakat (kita yang) mohbaca dan mohnulis, itu sama sekali bukan kekurangan, malah wajar, dan sudah semestinya begitu, sebab dari dulu selamanya memang begitu.

Dalam kungkungan budaya kerdil semacam itulah, pentas komedi kita selama ini disajikan. Memang muncul fenomena cerdas, seperti sitkom Bajaj Bajuri yang mengandalkan pada naskah secara ketat, tetapi selebihnya kita tahu sendiri.

Merujuk realitas itu maka kita boleh kuatir, bahwa kontes untuk menyeleksi pelawak semacam Audisi Pelawak TPI (API), akan terancam mengalami kemandekan. Audisi bersangkutan bila hanya kepingin merekrut calon-calon pelawak dan mengingkari pentingnya keberadaan penulis-penulis komedi yang baru, jangan berharap muncul cakrawala baru yang lebih cerah dalam dunia komedi kita !

Read More..

SEKOLAH PELAWAK : MIMPI DI SIANG BOLONG

Di Amerika Serikat terkenal lelucon sehari-hari mengenai bola lampu. Misalnya : Berapa banyak pembaca majalah Cosmopolitan (majalah wanita AS yang suguhannya seksi) yang dibutuhkan untuk mengganti bola lampu ? Jawab : Dua orang. Satu mengganti bola lampu dan satunya lagi memperoleh orgasme dengan bola lampu yang lama.
Pertanyaan : Berapa orang filsuf dibutuhkan untuk mengganti bola lampu ? Jawab : Tiga orang. Satu orang mengganti bola lampu dan dua sisanya saling berdebat mengenai apakah bola lampu tersebut eksis atau tidak.

Pertanyaan : Berapa orang pelawak yang dibutuhkan untuk mengganti bola lampu ? Jawab : Hanya seorang. Dirinya tidak suka berbagi sebagai pusat perhatian dengan pelawak lainnya !

Lelucon terakhir ini, hemat saya, relevan dengan isu yang berkembang dalam dunia lawak Indonesia mutakhir saat ini. Banyak pelawak atau pengamat dunia ha-ha-hi-hi di Indonesia tiba-tiba memunculkan isu bahwa dunia lawak Indonesia membutuhkan adanya lembaga pendidikan untuk mencetak pelawak-pelawak generasi baru.

Antara lain pelawak Kirun. Menurutnya seperti dikutip Republika (16/2/2005), pelawak merupakan profesi yang terbilang sangat sulit. Apalagi, kata dia, hingga kini belum ada lembaga pendidikan yang secara khusus mampu melahirkan pelawak.

''Saya merasa di Indonesia ini perlu ada sekolah yang bisa melahirkan pelawak,'' ujarnya dengan mimik serius. Sulitnya melawak dan membuat orang bisa tertawa disadarinya saat Kirun menjadi juri audisi pelawak TPI. ''Bisa gila dan stres menjadi juri untuk menilai para pelawak,'' imbuhnya.

Miing Bagito ketika dikutip Kompas (24/4/2005) berujar, “Kami ini kan engga ada sekolah untuk meningkatkan skill dan knowledge (keterampilan dan pengetahuan). Organisasi itu (PASKI : Persatuan Seniman Komedi Indonesia) nantinya diharapkan menjadi fasilitator untuk meningkatkan sumber daya pelawak”

Pengamat dunia lawak, Darminto M. Soedarmo, mengangankan berdirinya Institut Seni Lawak Indonesia. Dalam artikelnya di Suara Merdeka (5/9/2004), ia menulis, “Pendidikan seni lawak...salah satu tujuannya adalah mengubah mitos, bahwa seni lawak yang semula diyakini tergantung bakat dan anugerah alam, ternyata memiliki anatomi yang dapat dibedah menjadi sebuah sistem atau metodologi, dengan kata lain, dapat dipelajari lewat suatu institusi pendidikan”

Wacana mengenai pentingnya lembaga pendidikan untuk pelawak di Indonesia itu semakin riuh dengan hadirnya tulisan berjudul “Universitas Humor” yang ditulis Mohamad Fahmi di Kompas Jawa Tengah (21/6/2005). Sayang, dirinya nampak belum memiliki kekayaan informasi yang komprehensif guna menunjang usulannya tersebut.

Misalnya, Mendikbud Bambang Sudibyo ia usulkan membuka kampus khusus jurusan Humorologi Indonesia, dengan pertimbangan bahwa kita memiliki banyak maestro pelawak. Siapa maestro yang ia maksudkan ? Bing Slamet, S. Bagyo, Benyamin S, Srimulat, Warkop DKI dan lain-lain. Sebagian besar dari mereka telah meninggal dunia dan tidak mewariskan dokumen tertulis yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kajian !

Klaim kaliber katak dalam tempurung lain yang ia gulirkan adalah dengan mengatakan bahwa, “jurusan lawak: belum dibuka di muka bumi ini”. Bahkan, katanya, Indonesia akan dijadikan proyek percontohan “Humorologi” di dunia. Sebab ilmu ini, begitu klaim Mohamad Fahmi lagi, belum begitu diminati di berbagai belahan dunia.

Nampak jelas bahwa Mohamad Fahmi belum pernah mengenal nama-nama besar seperti Sigmund Freud yang pada tahun 1905 telah menulis artikel “Jokes and Their Relation to the Unconscious”, Arthur Koestler yang terkenal dengan teori asosiasi ganda (bisosiasi) sebagai formula lawakan dalam buku terkenalnya yang sempat saya temukan di Perpustakaan Fakultas Sastra Universitas Indonesia di Rawamangun tahun 1980-an, yaitu The Act of Creations sampai Norman Cousin yang mengaplikasikan humor sebagai terapi. Mohamad Fahmi rupanya juga sangat malas untuk sekadar membuka-buka ensiklopedia.

Sementara itu wartawati masalah hiburan, Tresnawati, dalam tulisannya di Suara Merdeka (1/6/2005) ketika mengevaluasi tayangan reality show Audisi Pelawak TPI (API), menyebutkan bahwa API adalah oase di padang pasir perlawakan Indonesia. Kembali mengutip pendapat Kirun, API disebutnya sebagai upaya mengisi kekosongan sekolah lawak di Indonesia.

Tetapi benarkah diperlukan lembaga pendidikan untuk mencetak pelawak ? Jangan-jangan, seperti isi lelucon tentang bola lampu dan pelawak tadi, usulan tentang sekolah pelawak hanyalah usulan basa-basi. Karena dunia pelawak adalah dunia yang sarat kobaran intrik, rasa iri dan kecemburuan.

Bahkan mungkin mirip perseteruan klasik antarsaudara kandung, sibling rivalry, di mana sukses yang lain akan menerbitkan iri hati atau rasa “makan hati” (terutama yang belum pernah membaca tesis abundance mentality dari Stephen R.Covey) pada diri saudara lainnya.

Usulan itu boleh jadi hanya basa-basi. Apalagi dikaitkan ke masalah praktikal, betapa mendirikan lembaga pendidikan merupakan hal yang teramat rumit. Menimbulkan persoalan tersendiri. Mungkin, dengan berdiri di balik kerumitan ini maka para pelawak yang merasa mapan dewasa ini akan terus merasa aman, karena sulitnya kemunculan saingan yang berpotensi menggerogoti sumber rejeki mereka.

Bagaimana kaderisasi pelawak di luar negeri ? Eko Patrio dikutip Suara Merdeka (14/9/2003), bilang, “saya tak tahu di LN ada sekolah lawak atau tidak”
Sumber sari : http://komedian.blogspot.com/2005_06_01_archive.html

Read More..

blog aq

test pertama glog gw

Read More..
free counters Dicky Utama Zulkarnain

Buat Lencana Anda